RSU 'Aisyiyah Padang

Start here

Perawat Harapan RSU ‘Aisyiyah Padang

Selamat kami ucapkan kepada Rina Agustia Amd. kep    Atas prestasi sebagai perawat harapan RSU ‘Aisyiyah Padang. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan menjadi penyemangat bagi rekan lain di RSU ‘Aisyiyah Padang.

This slideshow requires JavaScript.

Peningkatan   kualitas   pelayanan   adalah   salah   satu   isu   yang   sangat   krusial   dalam   manajemen, baik dalam sektor pemerintah maupun sektor swasta. Hal ini terjadi karena di satu sisi tuntunan masyarakat   terhadap   perbaikan  kualitas pelayanan dari tahun ke tahun menjadi semakin besar, sedangkan disisi lain,  praktek  penyelenggaraan  pelayanan  tidak mengalami perbaikan yang berarti.

Dalam   Undang-Undang  Dasar   Negara   Indonesia  diamanatkan   bahwa Kesehatan merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana yang tercantum dalam pasal 28 H  ayat (1) :  “ setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan  sehat,  serta  berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,  kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya  sebagai   perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam   Pembukaan   Undang-Undang   Dasar   1945.   Pembangunan    Kesehatan   tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan   yang   menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat  kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat,   pemerintah  ( pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badan legeslatif serta badan yudikatif. Dengan demikian dalam lingkungan  pemerintah  baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bahu  membahu   secara   sinergis   melaksanakan   pembangunan kesehatan  yang  terencana,  terpadu  dan   berkesinambungan   dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Keberhasilan   pembangunan    Kesehatan    berperan   penting   dalam   meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia   Indonesia.    Untuk   mencapai  keberhasilan  dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.

RSU ‘Aisyiyah merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berada di kota Padang,  Sumatera Barat.  berupaya ikut serta meningkatkan keberhasilan pembangunan kesehatan Indonesia.

 

TARIF KONSULTASI GIZI

Biaya Konsultasi Gizi dengan leaflet….. Rp. 50.000

TARIF MEDICAL CHECK-UP

NO JENIS PEMERIKSAAN KETERANGAN
1 Pemeriksaan Fisik Umum  Rp             70,000 Dokter Spesialis
2 Audiogram  Rp             75,000
3 Spirometri  Rp           200,000
4 Rontgen Torax  Rp             85,000
5 Pemeriksaan Gigi  Rp             60,000
6 Pemeriksaan Laboratorium
6.1. Darah Urin :  Rp             55,000
         – HB
         – Leucocite
         – Diff Count
         – LED
6.2. Urine Rutin  Rp             25,000
         – Sediment
         – Albumin/Protein
         – Glucose/Reduksi
6.3. Kimia Darah
        – Bilirubin Total  Rp             35,000
        – Bilirubin langsung  Rp             30,000
        – Alkalis Fosfatese  Rp             30,000
        – SGOT + SGPT  Rp             50,000
        – Gamma GT  Rp           100,000
        – Asam Urat  Rp             30,000
        – Kreatinin  Rp             30,000
        – Ureum  Rp             35,000
        – Kholesterol  Rp             25,000
        – Trigliserida  Rp             40,000
        – HDL Kholesterol  Rp             40,000
        – LDL Kholesterol
        – BSN  Rp             25,000
        – BSPP  Rp             25,000
6.4. Urine Reduksi
6.5.Makan pagi  Rp             15,000
6.6. Treadmill Test + EKG  Rp           350,000
7 Konsultasi hasil MCU  Rp             70,000
8 Administrasi  Rp             10,000
TOTAL BIAYA  Rp         1,510,000

Ask Your Pharmacist For Any Drugs You Are Taking ^_^

Bismillahhirrahmanirrahim,...
Ini adalah tulisan  pertama   Saya   sebagai  seorang  farmasis atau   di Indonesia lebih dikenal dengan  sebutan  Apoteker.  Bagi  anda yang tidak mengetahui apa itu apoteker, saya akan coba beri gambaran singkat tentang apa itu farmasi dan beserta tugas yang menyertainya. Farmasi adalah ilmu terkait obat dan pengobatan.
Seorang farmasis dibekali ilmu tentang bagaimana obat dapat ditemukan, mulai dari   identifikasi   zat   aktif   obat   sampai  obat  tersebut  siap  dikonsumsi  oleh pasien, hal ini tentu tidak terlepas dari dosis dan cara pakai obat tersebut. Kami juga dibekali ilmu tentang bagaimana obat dapat menyembuhkan penyakit, jadi kami juga mempelajari berbagai jenis penyakit dan kaitannya dengan pengobatan.
Hal terpenting yang membuat peran kami sebenarnya sangat bermakna adalah, kemampuan kami dalam hal mengidentifikasi masalah terkait penggunaan obat.
Obat secara prinsip adalah sesuatu yang   sangat   bermanfat,   namun  jika anda salah dalam pola mengkonsumsinya obat   bisa   jadi   akan   menjadi   hal   yang merugikan bagi anda, bahkan dapat membuat koleksi penyakit anda bertambah.
Tanpa bermaksud  mendramatisir   atau   menaku-nakuti, tapi begitulah adanya kenyataan sebuah  pengobatan. Saya ambil contoh sederhana, pernahkah anda mendengar   seseorang   menderita penyakit rematik kemudian beberapa bulan kemudian    pasien   tersebut   juga   didiagnosa  mengidap  penyakit mag kronis bahkan setelah itu pasien mengalami gagal ginjal???
Hmmmm,….
Serem amat ya???!!!
Yups….!!! that’s what is going on  jika   anda   mengalami   dampak   negatif  dari suatu pengobatan.   Pernahkah  anda mendengar   istilah efek samping???  Saya yakin pernah, namun anda hanya kurang paham dan tidak begitu memperhatikan keterangan di brosur obat, kalaupun ada,???!!! karena sebagian sarana kesehatan masih menyerahkan obat  tanpa ada keterangan jelas tentang obat apa yang terdapat di balik   sebuah   plastik   yang   terdapat   coretan   3×1 atau 2×1 itu.
Kembali pada persoalan diatas,  contoh   yang   saya   utarakan tentang rematik tadi adalah   sebagian   kecil   dari   masalah terkait obat. Secara sederhana saya akan coba    jelaskan, pengobatan penyakit rematik ini terkait dengan obat yang dikenal dengan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation’s Drug) dan SAID (Steroid Anti Inflamation’s Drug), dimana memang efek samping dari   penggunaan  obat ini sangat bermakna, yaitu terhadap saluran pencernaan (pendarahan), gangguan ginjal, keropos tulang dll.
Tidaaaak…….!!! baagimana ini….??? jadi takut minum obat,.. T_T
Enggak boleh gitu juga donk,..!!!
Kalau tidak minum obat bagaimana bisa sembuh???
Nah…..!!!!
Kami hadir untuk memberi anda solusi. Permasalahan tadi dapat terhindar jika anda   memperoleh    penanganan    yang    tepat   sebelum  terjadi efek samping tersebut. Solusinya    dapat   sederhana,   yaitu   konsumsi   obat   jangan   dalam keadaan perut kosong, artinya setelah makan. Atau Konsumsi obat lain sebagai usaha mengurangi dampak dari efek samping tersebut.
Pastikan   juga   tidak   mengkonsumsi    obat    secara   berlebihan,   karena   ada paradigma    semakin    banyak    obat    yg    anda konsumsi, semakin cepat efek penyembuhan  yang   anda   peroleh,.???   Faktanya, justru akan semakin tinggi resiko   anda   terkena efek samping. Konsumsi air putih yang cukup juga dapat membantu permasalahan ini.
Untuk    Info    lebih    lanjut     anda   dapat  menanyakan kepada Apoteker yang kompeten yang dapat memberi solusi atas permasalahan anda ^_^
http://bolin03february.wordpress.com/2010/06/06/ask-your-pharmacist-for-any-drugs-you-are-taking-_/

Sakit Vs Sendok

Bismillahirrahmanirrahim,….

Nah Lho….???!!!

Sakit Vs Sendok….???!!!

Apa ada hubungannya ya…???

Beranjak dari permaaslahan yang sampai sekarang masih saya temui di lapangan, kali ini saya akan membahas kaitan sendok dan penyakit.

Pernahkah anda semasa kecil mengkonsumsi obat menggunakan sendok????

Barangkali jaabannya bisa iya dan bisa juga tidak,….

Sediaan farmasi yang formulasinya dalam bentuk cair seperti : syrup dan elixir diberikan kepada pasien menggunakan sendok takar.

Obat yang diberikan kepada pasien ini dosisnya telah ditentukan oleh pabrik masing-masing obat, mengacu kepada standar yang tersedia.

Misalnya : Antibiotik (X) 250 mg/ 5 mL

Maknanya : Di dalam setiap sendok takar ukuran 5 mL akan terdapat obat antibiotik (X) tersebut dengan dosis 250 mg.

Jika diresepkan obat antibiotik (X) 2 sendok takar dengan tiga kali interval pemberian,..

R/ Antibiotik (X) 3 x 2 sendok teh,…

maknanya adalah :

dengan 2 sendok teh ( *sendok teh menurut ilmu kefarmasian adalah sendok takar ukuran 5 mL, sedangkan sendok makan adalah sendok takar ukuran 15 mL *menurut Farmakope Indonesia ed.3).

Permasalahan yang sering muncul adalah :

Sebagian pasien mengkonsumsi obat dengan sendok tek atau sendok makan yang tersedia di rumah, bukan sendok takar obat
, dimana umumnya sendok teh yang tersedia di dapur kita itu ukurannya hanya 3 mL sedangkan sendok makan biasanya 8 mL.

Kira-kira apa yang terjadi???

Akan timbul permasalahan yaitu dosis obat kurang dari seharusnya atau disebutunderdose .

Akibatnya, penyakit yang diderita tidak sembuh karena dosis obat yang kecil dari seharusnya, bahkan untuk kasus antibiotik, bisa menimbulkan dampak yang lebihserius, yaitu terjadinya resistensi. (dengan dosis obat normal tidak mempan membunuh bakteri lagi, akibadnya penyakit tidak dapat sembuh).

Permasalahan lain terkait sediaan cair ini :

Anda harus mengocok botol dengan sempurna, misal untuk sediaan jenis suspensi, kira2 5 menit, agar dosis obat merata.

Untuk sediaan antibiotika, Anda harus dengan seksama memeriksa tanggal kadaluarsa obat dan pasrikan obat layak dikonsumsi. *perhatian : untuk sediaan cair dari antibiotika, sekali cap/tutup dibuka, obat hanya layak dikonsumsi paling lama 7 hari pada suhu kamar, jika masih ada sisa obat yang tidak dikonsumsi, maka sediaan tadi tidak bisa anda gunakan lagi. Obat tersebut tidak memenuhi persyaratan keamanan lagi, dan harus dibuang. Sekali-kali jangan karena ingin menghemat Anda malah membahayakan keamanan diri pribadi atau keluarga anda.

^_^

TARIF RONTGEN

1. RONTGEN BIASA TANPA ZAT KONTRAS  1 FILM… Rp. 90.000,-

( THORAX, PELVIS, BNO, GENU DLL )

2. RONTGEN DENGAN ZAT KONTRAS

A. IVP                             Rp. 600.000,-

B. Appendicogram     Rp. 350.000,-

C. Barium Enema       Rp. 550.000,-

( Colon Inloop )

D. Barium Meal          Rp. 600.000,-

E. Fistulografi             Rp. 600.000,-

G. Uritro Systogram    Rp. 600.000,-

3. USG

A. USG Abdomen              Rp. 250.000,-

B. USG Payudara              Rp. 300.000,-

C. USG Thyroid                 Rp. 250.000,-

D. USG Hepar                    Rp. 250.000,-

E. USG Trakhis Urinarius  Rp. 250.000,-

F. USG Testis                    Rp. 250.000,-

PROMO SPESIAL !!!

Dalam rangka menyambut Hari  Kesehatan Nasionalyang ke-48  RSU ‘AISYIYAH PADANG menyelenggarakan :

PROMO SPESIAL !!!

Pelayanan kesehatan khusus untuk Ibu Hamil yang berkualitas dan terjangkau.a.   Rawat jalan  ;    Hari Kerja  :  Jam 08:00 s/d 14:00

      1.      Pemeriksaan ibu hamil  oleh bidan dan dokter umum gratis.

      2.      Kehamilan normal Obat diberikan secara gratis.

      3.      Kehamilan yang beresiko/ abnormal obat bayar.

      4.      Kehamilan yang membutuhkan konsul dengan dokter  

                 spesialis   kebidanan   dibayar   sesuai  dengan  tarif   RS.

b.              Rawat Inap

                    1.     Partus normal dengan bidan.

                    2.   Partus normal dengan dokter.

                    3.   Partus dengan Vakum Ekstraksi.

                    4.   Partus dengan Forseps.

                    5.    Sectio Caesaria.

                    6.   Curettage.

C.           Biaya/ Tarif rawat inap :

   1.    Partus Normal dengan bidan untuk     kelas III : Rp.     750.000

    2.   partus normal dengan spesialis  kebidanan :    Rp.  1.400.000

    3.   Persalinan dengan vacum/ Forseps                    Rp.  1.500.000

    4.   Sectio  paket                                                             Rp.  2.800.000

    5.   Curettage                                                                   Rp.  2.000.000

 

Hari    Kesehatan    Nasional   yang   diperingati   setiap   tanggal  12 November merupakan  tonggak  peringatan akan pentingnya kesehatan dalam berbangsa dan bernegara.

Kesehatan merupakan salah satu pilar pembangunan SDM untuk mewujudkan manusia Indonesia yang tangguh, kuat, pandai, beradab dan mampu bersaing dengan  bangsa   lain.   Untuk   itu   kita   memerlukan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, aktif dan produktif.

 

Sejalan dengan  itu, akses masyarakat terhadap  pelayanan kesehatan rujukan meningkat karena didorong  oleh  jaminan   pembiayaan  kesehatan  di rumah sakit bagi masyarakat miskin yang dijamin pemerintah.

Dalam pelaksanaan Jaminan Sosial Kesehatan Nasional, seluruh  rumah  sakit baik pemerintah maupun swasta wajib menyiapkan fasilitas  rawat  inap Kelas III secara proporsional, untuk masyarakat miskin atau tidak mampu. (pidato MenKes RI (alm) Dr Endang Rahayu  16 April 2011).

RSU   ‘Aisyiyah   Padang   yang    bernafaskan    Islam    mempunyai kepedulian terhadap   umat   terutama   masyarakat   ekonomi   lemah untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Fasilitas Rawat Inap Kelas III

ü 3-4 tempat tidur

ü Kipas Angin

ü Air minum dispenser

ü Lemari kecil (bedside table)

ü Kamar mandi di dalam

ü Kursi tunggu masing-masing bed

ü Televisi  dalam kamar